Legenda Tentang Shio

Menurut legenda, ketika manusia belum mengenal konsep waktu, orang-orang memikirkan bagaimana cara menandai berlalunya waktu. Bergegaslah mereka menghadap Kaisar Yu Huang/Yu Di (Jade Emperor), atau biasa disebut Tian Gong, yang dikenal karena kebajikannya dan memahami tentang berjalannya waktu ini.

Kaisar pun mengatakan, karena manusia dan binatang memiliki kedekatan, maka binatanglah yang digunakan untuk menyimbolkan waktu, dengan pertimbangan nama binatang mudah diingat. Untuk itu, diadakanlah perlombaan menyeberangi sungai untuk menentukan binatang apa yang cocok untuk waktu tertentu.

Perlombaan pun diadakan. Segala jenis binatang hadir. Kucing dan tikus menjadi teman baik dalam membicarakan perlombaan ini karena keduanya tidak bisa berenang. Keduanya kemudian meminta bantuan kepada kerbau, dan kerbau yang tulus dan baik hati memenuhi permintaan tersebut.

Perlombaan pun dimulai. Kerbau yang mahir berenang memimpin perlombaan sambil membawa tikus dan kucing di punggungnya. Ketika mendekati tepian di seberang, kucing dengan bangganya berdiri dan mengatakan bahwa dialah yang akan terlebih dulu sampai ke seberang.

Namun, tikus yang cerdik dan egois berkeinginan menjadi binatang pertama yang sampai ke seberang. Ia memanfaatkan kelengahan kucing dan mendorongnya jatuh ke dalam sungai.

Kerbau yang tidak menyadari hal itu terus berenang dengan cepatnya. Begitu sampai ke seberang, tikus langsung meloncat dari punggung kerbau dan lari mendahului ke garis akhir. Dengan demikian, tikus menjadi binatang pertama yang sampai, diikuti kerbau, macan, kelinci, naga, ular, kuda, kambing, monyet, ayam, anjing, dan babi.

Kucing yang kelelahan karena tercebur di sungai akhirnya sampai di seberang, tetapi sayangnya perlombaan telah selesai. Kucing pun marah kepada tikus yang mencuranginya. Setiap kali mereka bertemu, kucing ingin selalu memangsa tikus. Permusuhan ini berlangsung hingga sekarang. Tikus yang tahu kesalahannya pun selalu bersembunyi di tempat gelap.

Dan, sistem penanggalan bangsa China ini sangat rumit. Selain urutan ke-12 binatang, sistem penanggalan China itu juga terbagi lagi dalam lima elemen, yakni air, kayu, api, tanah, dan emas (logam), yang masing-masing terbagi lagi atas unsur yin dan yang. Yin dan yang itu merupakan konsep keseimbangan, di mana di dalam hitam ada putih dan di dalam putih ada hitam.

Orang-orang China percaya bahwa orang-orang yang lahir pada tahun binatang tertentu (dalam bahasa Mandarin disebut xiao atau Hsiao dalam Hokkian) mempunyai sifat-sifat dari binatang yang menaungi tahun kelahirannya. Orang-orang yang lahir pada tahun Kelinci ini dipercaya adalah orang yang pendiam, pemalu, retrospektif, dan bertenggang rasa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s